Kamis, 12 November 2015

istinsyaq dan istintsar sunnah untuk kesehatan hidung

Istinsyaq adalah menghirup air kedalam hidung. Sedangkan Istintsar adalah mengeluarkan air setelah Istinsyaq. Sebagai Muslim, seharusnya Istinsyaq dan Istinsar ini selalu dilakukan terutama setelah bangun tidur dan saat berwudhu.

istinsyaq dan istintsar sunnah yang terupakan
Hidung merupakan tempat yang banyak mengandung kotoran, karena setiap bernafas, semua kotoran yang terhirup disaring di hidung. Maka, dengan menghirup (istinsyaq) dan mengeluarkan air hidung (istintsar), semua kotoran dan kuman penyakit yang ada dapat dicegah masuk ke dalam tubuh serta dapat mempermudah proses pernafasan. Selain itu, dengan sering melakukan istinsyaq dan istinsyar, kita dapat terhindar dari flu, dan kalaupun terserang, pasti akan segera sembuh, karena kuman-kuman atau virus yang ada akan segera hilang dari lubang hidung. Selain itu istinsyaq juga bisa untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman.


Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Jika salah seorang diantara kamu bangun dari tidur, maka hendaklah dia ber istintsar (mengeluarkan air dari hidung setelah istinsyaq (menghirup air ke hidung) tiga kali, sebab syetan menginap di rongga hidungnya” (Muttafaq Alaih atau H.R bukhori muslim)
"Siapa yang berwudhu hendaknya ia beristintsar." (HR. Bukhari, Muslim, dan selain keduanya)

"Dan apabila salah seorang kamu berwudhu, maka hendaknya ia memasukkan air ke dalam hidungnya lalu ia keluarkan kembali." (HR. al-Bukhari, Muslim, dan selain keduanya)

"Sempurnakan wudhu dan sela-sela di antara jari-jemari serta bersungguh-sungguhlah dalam memasukkan air ke hidung (istinsyaq) kecuali saat engkau sedang berpuasa." (HR. Ashabus Sunan dan dishahihkan Syaikh Al-Albani)

Prof.DR.Abdul Basith Muhammad Sayyid hafizhahullah berkata :"Studi - studi kedokteran menjelaskan bahwa Istinsyaq yang dilakukan tiga kali dalam wudhu, sebelum shalat lima waktu, akan membersihkan 11 (sebesal) macam kuman dan bakteri yang berbahaya yang ada didalam hidung, yang biasanya bakteri dan kuman itu menyebabkan penyakit pernapasan, radang paru - paru, demam, rematik, sinusitis, dan alergi.

DR.Musthafa Syahatah mengatakan bahwa jumlah kuman - kuman yang ada didalam hidung akan berkurang dari setengah setelah seseorang beristinsyaq pertama, kemudian berkurang seperempat setelah istinsyaq kedua, kemudian sangat sedikit yang tersisa setelah beristinsyaq yang ketiga kalinya.

Penelitian - penelitian ilmiah membuktikan bahwa hidung manusia ketika benar - benar bersih dari kuman - kuman setelah istinsyaq, akan tetap bersih dari kuman dan bakteri selama 5 (lima) jam. Kemudian setelah itu kembali tercemar lagi. Oleh karena itu, manusia perlu membersihkan nya kembali. Artinya wudhu' disertai istinsyaq yang berulang kali setiap akan shalat adalah cara efektif untuk membersihkan hidung, mensterilkan nya dan mengurangi kuman - kuman yang bersembunyi didalam hidung."

[Dinukil dari kitab Ath-Thib al-Wiqa'i min Al-Qur'an wa As-Sunnah, Prof.DR.Abdul Basith Muhammad Sayyid. Terjemahan nya Rahasia dibalik Ilmu Kedokteran Modern]

Info yang rugi jika anda lewatkan

Trending Topik Lainnya

Mesin Pencari Athallah

Ketik topik atau pembahasan apa saja yang anda cari di internet menggunakan Athallah Search Engine dibawah ini. Caranya cukup ketikkan topik nya di kotak box dibawah, kemudian tekan enter. InsyaAllah bebas website porno dan spam

istinsyaq dan istintsar sunnah untuk kesehatan hidung
5/
Oleh

Info Trending Terbaru